Kamis, 13 Desember 2012


Canon EOS 1100D 

adalah kamera pertama dari salah satu perusahaan kamera terbesar yang mengambil langkah berani dalam memberikan warna. Sangat jarang sekali kamera yang memiliki warna selain hitam mungkin kita baru melihatnya pada Canon 1100D. Memberikan 3 pilihan warna atraktif seperti merah marun, hitam, dan silver atau abu-abu. Cocok sekali bagi fotografer yang sudah bosan dengan warna hitam standart.
Memiliki bodi seberat 500 gram tanpa baterai atau lensa sehingga lebih berat ketimbang Nikon D3100 yang mempunyai bobot 455 gram. Sensor imagenya berjenis CMOS dengan resolusi 12.1 megapiksel naik dari pendahulunya 1000D yang masih menggunakan sensor 10 megapiksel.
Pada panel belakang terdapat empat arah navigasi pad dan berbagai tombol disamping layar LCD berukuran 2,7 inchi dengan resolusi 230.000 dots. Kita bisa menggunakan fitur Live View dengan hanya menekan tombol khusus yang berada di bagian belakang. Live view ini dapat digunakan dalam modus apapun termasuk saat sedang digunakan untuk merekam video. Sama seperti pada Nikon D3100, Canon 1100D juga memiliki modus pengaturan yang membantu untuk menentukan setelan yang pas bagi pemula.

Sayangnya Canon 11ooD memiliki lubang intip berukuran kecil, hanya mampu menampilkan 95 gambar dari apa yang dilihat oleh lensa. Walupun semua kamera entri level memiliki lubang intip seperti ini tapi cukup mengganggu bila masih belum terbiasa. Fitur lain seperti eksposur dan white balance bracketing cukup membantu dalam menentukan pilihan warna. Selain itu Canon 1100D juga dilengkapi dengan port mini HDMI yang bisa kita gunakan melihat foto di layar monitor lebih besar.

Harga Canon EOS 1100D

Harga Canon EOS 1100D tergolong sangat terjangkau, dipasaran dengan tambahan lensa kit dijual dengan harga Rp 4.795.000.

Jumat, 21 September 2012

Senin, 17 September 2012

- HAMSTER SYRIA (Mesocricetus auratus)


Ditemukan pertama kali pada thn 1930 oleh I.aharoni, seorang profesor zoologi universitas habrew, Yerusalem. Hamster ini pertama kali ditemukan dalam sebuah lubang sepanjang delapan kaki di daerah padang pasir aleppo, syria. Oleh sebab itu hamster ini dikenal dengan nama hamster syria (syrian hamster).
+ umur 2 – 2,5 tahun, bila dirawat dengan baik.
+ panjang 15 – 20 cm, bila sudah dewasa.
+ macam - macam hamster syria :
- short hair
- long hair
- rex
- satin
- Dll
+ masa kehamilan hamster syrian : 15 - 18 hari

 + Info Lengkap Nya 
Hamster Syrian ini di Indonesia memiliki berbagai sebutan 'aneh' sebagai hamster lokal, giant hamster dan hamster Australia.

Disebut sebagai hamster lokal karena asalnya dari Indonesia tapi katanya sih karena diternakkan di Indonesia (padahal hamster jenis lain juga semua diternakkan di Indonesia). Jadi tidak mengacu pada mahal atau murahnya hamster itu sendiri.

Disebut giant hamster karena memang ukuran badannya paling besar di antara jenis hamster lainnya yang ada di Indonesia. (Ukuran hamster Syrian dewasa mencapai 12 - 17 cm). Kenyataannya di dunia ada jenis hamster yang lebih besar, bahkan ada yang menyandang nama resmi sebagai Giant Hamster, tapi hamster jenis ini liar dan tidak dipelihara manusia. Ada beberapa praktek penipuan yang memasang harga lebih tinggi untuk hamster syrian yang diberi label 'giant hamster' dengan alasan badannya lebih besar. Jangan tertipu! Ini hanya hamster syrian dengan usia yang lebih tua! Ingat Giant Hamster yang asli tidak pernah dipelihara manusia dan tidak diperjualbelikan di manapun.

Hamster Australia  --> adalah nama yang diciptakan para penjual yang tidak tahu-menahu soal hamster. Di Australia sendiri hamster adalah hewan yang dilarang keberadaannya karena dianggap sebagai ancaman hama. Anda tidak akan menemukan hamster di Australia! Ketika Anda melihat label hamster Australia yakinlah bahwa itu adalah hamster syrian.

Kelebihan Hamster Syrian --> Hamster ini besar dan gerakannya relatif lambat dibanding jenis yang lain sehingga sangat cocok bagi anak-anak. Mudah dipegang dan mudah dijinakkan. Hamster Syrian juga memiliki banyak variasi warna, mulai dari yang polos sampai yang memiliki berbagai corak. Kelebihan lainnya adalah hamster Syrian adalah satu-satunya jenis hamster yang memiliki jenis bulu panjang (long hair). Hamster Syrian bersifat soliter (penyendiri), jadi bagi orang yang hanya ingin memelihara satu ekor hamster saja, dapat memelihara Syrian tanpa takut merasa hamster itu akan kesepian tanpa teman hamster lainnya.

Kekurangan Hamster Syrian --> Hamster ini kurang populer lagi sekarang di Indonesia, walaupun di luar negeri hamster jenis ini masih sangat populer karena sebagian besar show hamster adalah untuk memperlombakan jenis ini. Kekurangan lainnya adalah pengeluaran uang yang lebih besar untuk makanan, kandang dan serbuk kayu, tentu saja karena ukuran tubuh yang besar memerlukan segala sesuatunya dalam jumlah yang lebih banyak. Selain itu hamster Syrian yang kita temui di Indonesia saat ini sudah banyak mengalami penurunan kualitas akibat diternakkan secara massal tanpa memperhatikan masalah gizinya.

Yang cocok memelihara hamster ini :

1. Anak-anak kecil yang baru mulai belajar memelihara hamster

2. Orang yang senang dengan binatang berbulu panjang

3. Orang yang hanya ingin memelihara satu ekor hamster saja

+ Cara Membedakan Jenis Kelamin Hamster Syirian 

  
 
 
lihat website sumber disini

Resistor



 Pengertian RESISTOR
PENGANTAR
Resistor adalah komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat arus listrik dan menghasilkan nilai resistansi tertentu. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.
Resistor memiliki beragam jenis dan bentuk. Diantaranya resistor yang berbentuk silinder, smd (Surface Mount Devices), dan wirewound. Jenis jenis resistor antara lain komposisi karbon, metal film, wirewound, smd, dan resistor dengan teknologi film tebal.

Resistor yang paling banyak beredar di pasaran umum adalah resistor dengan bahan komposisi karbon, dan metal film. Resistor ini biasanya berbentuk silinder dengan pita pita warna yang melingkar di badan resistor. Pita pita warna ini dikenal sebagai kode resistor. Dengan mengetahui kode resistor kita dapat mengetahui nilai resistansi resistor, toleransi, koefisien temperatur dan reliabilitas resistor tersebut. Tutorial ini akan menjelaskan kode kode resistor yang banyak beredar di pasaran.
RESISTOR DENGAN KODE WARNA
Resistor yang menggunakan kode warna ada 3 macam, yaitu:
1. Resistor dengan 4 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi.
2. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi
3. Resistor dengan 5 pita warna dengan 1 pita warna untuk toleransi dan 1 pita warna untuk reliabilitas
Sedangkan ukuran resistor bermacam macam sesuai dengan ukuran daya resistor itu. Dipasaran terdapat beberapa ukuran daya seperti ditunjukkan pada Gambar 1, Gambar 2 untuk komposisi karbon dan Gambar 3, Gambar 4 untuk metal film.
resistor1.JPG

Gambar 1. Resistor komposisi karbon dengan ukuran daya 1/8, 1/4 dan 1/2 watt


resistor2.JPG 
Rough size
Rating power
(W)
Thickness
(mm)
Length
(mm)
1/8
2
3
1/4
2
6
1/2
3
9

Gambar 2. Ukuran resistor komposisi karbon dalam milimeter. 
resistor3.JPG
Gambar 3. Resistor metal film dengan ukuran daya (dari atas ke bawah) 1/8W (toleransi±1%), 1/4W (toleransi±1%), 1W (toleransi±5%), 2W (toleransi±5%)



 Rough size
Rating power
(W)
Thickness
(mm)
Length
(mm)
1/8
2
3
1/4
2
6
1
3.5
12
2
5
15

Gambar 4. Ukuran resistor metal film dalam milimeter.
KODE WARNA RESISTOR
Kode warna resistor dapat disederhanakan seperti pada Gambar 5.
resistor4.JPG
Gambar 5. Tabel sederhana kode warna resistor.
Cara menggunakan tabel pada Gambar 5 adalah sebagai berikut:
  1. Kolom colour menunjukkan warna pita pita pada resistor. Supaya mudah dihafal maka dapat diringkas menjadi hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em-per-no, yaitu kempanjangan dari hitam-coklat-merah-jingga(oranye)-kuning-hijau-biru-ungu-abu abu-putih-emas-perak-no warna.
  2. Kolom band a, band b, band c, adalah pita resistor yang menunjukkan angka resistansi.
  3. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai resistansi namun dikalikan dengan nilai pada band a, band b, band c.
  4. Kolom band d adalah pita resistor yang menunjukkan nilai toleransi.
  5. Kolom band e adalah pita resistor yang menunjukkan nilai reliabilitas.
  6. Untuk membedakan resistor dengan 5 pita dengan pita terakhir adalah toleransi dan 5 pita dengan pita terakhir adalah reliabilitas adalah dengan melihat jarak pita terakhir. Jika jaraknya lebar maka pita kelima adalah reliabilitas dan jika jaraknya sama dengan pita pita yang lain maka pita kelima adalah toleransi.
  7. Pita pertama suatu resistor adalah yang paling dekat dengan ujung resistor
Contoh:
  1. resistor5.JPGBerapa nilai resistansi resitor disamping?
Jawab
Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.
Pita pertama kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4
Pita kedua abu abu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a) => 8
Pita ketiga ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7
Pita keempat merah: (hi-co-me) => x 100
Pita kelima emas: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p-em) => toleransi + 5 %
(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 48700 ohm atau 48K7 dengan toleransi + 5 %
  1. resistor6.JPG Berapa nilai resistansi resitor disamping?
Jawab
Resistor ini memliki 5 pita warna dengan satu pita terakhir memiliki jarak terpisah.
Pita pertama coklat: (hi-co) => 1
Pita kedua putih: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u-a-p) => 9
Pita ketiga kuning: (hi-co-me-ji-ku) => 4
Pita keempat coklat: (hi-co) => x 10
Pita kelima coklat: (hi-co) => toleransi + 1 %
(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 1940 ohm atau 19K4 dengan toleransi + 1 %
  1. resistor7.JPG Berapa nilai resistansi resitor disamping?
Jawab
Pita pertama ungu: (hi-co-me-ji-ku-hi-bi-u) => 7
Pita kedua hijau: (hi-co-me-ji-ku-hi) => 5
Pita ketiga hitam: (hi) => x 1
Pita keempat jingga (oranye): (hi-co-me-ji) => toleransi + 3%
Pita kelima jingga (oranye): (hi-co-me-ji) => reliabilitas + 0,01%
(*) jadi nilai resistansinnya sebesar 75 ohm atau 75 R dengan toleransi + 3% dan reliabilitas + 0,01%
NILAI NILAI STANDARD RESISTOR
Tidak semua nilai resistansi tersedia di pasaran yang menjual resistor. Gambar 6 dan Gambar 7 adalah tabel nilai resistansi resistor standard yang beredar dipasaran.
1R0
10R
100R
1K0
10K
100K
1M0
10M
1R2
12R
120R
1K2
12K
120K
1M2
n/a
1R5
15R
150R
1K5
15K
150K
1M5
n/a
1R8
18R
180R
1K8
18K
180K
1M8
n/a
2R2
22R
220R
2K2
22K
220K
2M2
n/a
2R7
27R
270R
2K7
27K
270K
2M7

Kapasitor

Pengertian KAPASITOR

Komponen elektronika kali ini yang akan kita bahas adalah kapasitor.Selain kapasitor nama lainnya adalah condensator.Komponen ini seperti halnya resistor juga termasuk dalam kelompok komponen pasif,yaitu jenis komponen yang bekerja tanpa memerlukan arus panjar.
Jenis-jenis kapasitor ada berbagai macam,diantaranya adalah di bawah ini.

* Menurut Polaritasnya
- Kapasitor Polar
Memiliki polaritas (+) dan (-).
Dalam pemasangannya harus diperhatikan polaritasnya dan tidak boleh dipasang terbalik. Pada bodynya terdapat tanda polaritasnya untuk menandai kaki yang berpolaritas (+) atau (-).
- Kapasitor Non Polar(Bipolar Capasitor)
Jenis kapasitor ini bisa dipasang bolak-balik.


* Menurut Bahan Pembuatannya
Kapasitor pada dasarnya adalah 2 buah lempeng logam(dielectric) yang dipisahkan oleh sebuah bahan isulator. Nah,bahan isulator inilah yg menentukan nama kapasitor tersebut.
Menurut bahan pembuatannya jenis2 kapasitor adalah :
- Kapasitor Elektrolit → isulatornya dibuat dari bahan elektrolit
- Kapasitor Mika → bahan isulatornya dibuat dari mika
- Kapasitor Udara → bahan isulatornya dibuat dari udara.
- Kapasitor Kertas,tantalum,milar,dsb.

* Menurut Ketetapan Nilainya
- Kapasitor Tetap/permanen
Nilai kapasitasnya tidak bisa diubah-ubah.
- Kapasitor Variable atau sering juga disebut VC atau Varco (variable capasitor)
Kapasitor jenis ini bisa kita ubah-ubah nilainya.

Fungsi kapasitor adalah untuk menyimpan arus/tegangan listrik. Untuk arus DC kapasitor berfungsi sebagai isulator/penahan arus listrik, sedangkan untuk arus AC berfungsi sebagai konduktor/melewatkan arus listrik.
Dalam penerapannya kapasitor digunakan sebagai filter/penyaring,perata tegangan DC pada pengubah AC to DC,pembangkit gelombang ac atau oscilator dsb.

Nilai kapasitor dapat kita lihat pada tulisan yang terdapat pada body-nya, misalnya 10 uF/16 V artinya nilai kapasitor itu adalah 10 mikro Farad dan bisa bekerja pada tegangan maximal 16 V,jika melebihi 16 V maka kapasitor ini akan mengalami 'break down' alias ko'it:-).
Farad adalah satuan nilai kapasitas dari kapasitor.
1 uF → 1 mikro Farad = 1 x 10 pangkat (-6) Farad = 0.000001 Farad
1 nF → 1 nano farad = 1 x 10 pangkat (-9) Farad
1 pF → 1 piko Farad = 1 x 10 pangkat (-12) Farad

# Kode Angka Pada Kapasitor
Untuk kapasitor yang nilai kapasitasnya di bawah 1 uF biasanya nilai kapasitasnya dituliskan dalam kode angka.
Contoh :
1. 104 → 10 x 10 pangkat 4 (dalam satuan piko Farad) = 100000 pF atau 100 nF atau 0.1 uF
2. 222 → 22 x 10 pangkat 2 (pF) = 2200 pF atau 2.2 nF
* caranya adalah kita tulis ulang 2 angka pertama,kemudian kita kalikan dengan 10 pangkat angka terakhirnya.
3. 4n7 → 4.7 nano Farad
4. 2p5 → 2.5 piko Farad

Kapasitor yang bernilai di bawah 1 uF umumnya adalah jenis non polar,kecuali yang jenis elektrolit.

Gambar kapasitor adalah berikut iniDalam skema elektronika simbol kapasitor adalah seperti di bawah iniYang ada tanda (+) dan (-) adalah simbol kapasitor polar sedangkan yang tanpa tanda (+) dan (-) adalah simbol kapasitor non polar.
KAPASITOR (KONDENSATOR)
Kapasitor (Kondensator) yang dalam rangkaian elektronika dilambangkan dengan huruf “C” adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi/muatan listrik di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kapasitor ditemukan oleh Michael Faraday (1791-1867). Satuan kapasitor disebut Farad (F). Satu Farad = 9 x 1011 cm2 yang artinya luas permukaan kepingan tersebut.
Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutub negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutub positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.

1.1. Kapasitansi
Kapasitansi didefinisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6.25 x 1018 elektron. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs. Dengan rumus dapat ditulis :
Q = C V
Q = muatan elektron dalam C (coulombs)
C = nilai kapasitansi dalam F (farad)
V = besar tegangan dalam V (volt)
Dalam praktek pembuatan kapasitor, kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A), jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Dengan rumus dapat di tulis sebagai berikut :
C = (8.85 x 10-12) (k A/t)
Berikut adalah tabel contoh konstanta (k) dari beberapa bahan dielektrik yang disederhanakan.

Untuk rangkaian elektronik praktis, satuan farad adalah sangat besar sekali. Umumnya kapasitor yang ada di pasaran memiliki satuan : µF, nF dan pF.
1 Farad = 1.000.000 µF (mikro Farad)
1 µF = 1.000.000 pF (piko Farad)
1 µF = 1.000 nF (nano Farad)
1 nF = 1.000 pF (piko Farad)
1 pF = 1.000 µµF (mikro-mikro Farad)
1 µF = 10-6 F
1 nF = 10-9 F
1 pF = 10-12 F
Konversi satuan penting diketahui untuk memudahkan membaca besaran sebuah kapasitor. Misalnya 0.047µF dapat juga dibaca sebagai 47nF, atau contoh lain 0.1nF sama dengan 100pF.
Kondensator diidentikkan mempunyai dua kaki dan dua kutub yaitu positif dan negatif serta memiliki cairan elektrolit dan biasanya berbentuk tabung.

Sedangkan jenis yang satunya lagi kebanyakan nilai kapasitasnya lebih rendah, tidak mempunyai kutub positif atau negatif pada kakinya, kebanyakan berbentuk bulat pipih berwarna coklat, merah, hijau dan lainnya seperti tablet atau kancing baju yang sering disebut kapasitor (capacitor).

2.2 Wujud dan Macam Kondensator
Berdasarkan kegunaannya kondensator di bagi menjadi :
1. Kondensator tetap (nilai kapasitasnya tetap tidak dapat diubah)
2. Kondensator elektrolit (Electrolit Condenser = Elco)
3. Kondensator variabel (nilai kapasitasnya dapat diubah-ubah)
Pada kapasitor yang berukuran besar, nilai kapasitansi umumnya ditulis dengan angka yang jelas. Lengkap dengan nilai tegangan maksimum dan polaritasnya. Misalnya pada kapasitor elco dengan jelas tertulis kapasitansinya sebesar 100µF25v yang artinya kapasitor/ kondensator tersebut memiliki nilai kapasitansi 100 µF dengan tegangan kerja maksimal yang diperbolehkan sebesar 25 volt.
Kapasitor yang ukuran fisiknya kecil biasanya hanya bertuliskan 2 (dua) atau 3 (tiga) angka saja. Jika hanya ada dua angka, satuannya adalah pF (pico farads). Sebagai contoh, kapasitor yang bertuliskan dua angka 47, maka kapasitansi kapasitor tersebut adalah 47 pF. Jika ada 3 digit, angka pertama dan kedua menunjukkan nilai nominal, sedangkan angka ke-3 adalah faktor pengali. Faktor pengali sesuai dengan angka nominalnya, berturut-turut 1 = 10, 2 = 100, 3 = 1.000, 4 = 10.000, 5 = 100.000 dan seterusnya.
Contoh :

Untuk kapasitor polyester nilai kapasitansinya bisa diketahui berdasarkan warna seperti pada resistor.

Contoh :

Seperti komponen lainnya, besar kapasitansi nominal ada toleransinya. Pada tabel 2.3 diperlihatkan nilai toleransi dengan kode-kode angka atau huruf tertentu. Dengan tabel tersebut pemakai dapat dengan mudah mengetahui toleransi kapasitor yang biasanya tertera menyertai nilai nominal kapasitor. Misalnya jika tertulis 104 X7R, maka kapasitansinya adalah 100nF dengan toleransi +/-15%. Sekaligus diketahui juga bahwa suhu kerja yang direkomendasikan adalah antara -55Co sampai +125Co .


Dari penjelasan di atas bisa diketahui bahwa karakteristik kapasitor selain kapasitansi juga tak kalah pentingnya yaitu tegangan kerja dan temperatur kerja. Tegangan kerja adalah tegangan maksimum yang diijinkan sehingga kapasitor masih dapat bekerja dengan baik. Misalnya kapasitor 10uF25V, maka tegangan yang bisa diberikan tidak boleh melebihi 25 volt dc. Umumnya kapasitor-kapasitor polar bekerja pada tegangan DC dan kapasitor non-polar bekerja pada tegangan AC. Sedangkan temperatur kerja yaitu batasan temperatur dimana kapasitor masih bisa bekerja dengan optimal. Misalnya jika pada kapasitor tertulis X7R, maka kapasitor tersebut mempunyai suhu kerja yang direkomendasikan antara -55Co sampai +125Co. Biasanya spesifikasi karakteristik ini disajikan oleh pabrik pembuat di dalam datasheet.
2.3. Rangkaian Kapasitor
Rangkaian kapasitor secara seri akan mengakibatkan nilai kapasitansi total semakin kecil. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara seri.

Pada rangkaian kapasitor yang dirangkai secara seri berlaku rumus :

Rangkaian kapasitor secara paralel akan mengakibatkan nilai kapasitansi pengganti semakin besar. Di bawah ini contoh kapasitor yang dirangkai secara paralel.

Pada rangkaian kapasitor paralel berlaku rumus :

2.4. Fungsi Kapasitor
Fungsi penggunaan kapasitor dalam suatu rangkaian :
1. Sebagai kopling antara rangkaian yang satu dengan rangkaian yang lain (pada PS = Power Supply)
2. Sebagai filter dalam rangkaian PS
3. Sebagai pembangkit frekuensi dalam rangkaian antenna
4. Untuk menghemat daya listrik pada lampu neon
5. Menghilangkan bouncing (loncatan api) bila dipasang pada saklar
2.5. Tipe Kapasitor
Kapasitor terdiri dari beberapa tipe, tergantung dari bahan dielektriknya. Untuk lebih sederhana dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu kapasitor electrostatic, electrolytic dan electrochemical.
• Kapasitor Electrostatic
Kapasitor electrostatic adalah kelompok kapasitor yang dibuat dengan bahan dielektrik dari keramik, film dan mika. Keramik dan mika adalah bahan yang popular serta murah untuk membuat kapasitor yang kapasitansinya kecil. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa µF, yang biasanya untuk aplikasi rangkaian yang berkenaan dengan frekuensi tinggi. Termasuk kelompok bahan dielektrik film adalah bahan-bahan material seperti polyester (polyethylene terephthalate atau dikenal dengan sebutan mylar), polystyrene, polyprophylene, polycarbonate, metalized paper dan lainnya.
Mylar, MKM, MKT adalah beberapa contoh sebutan merek dagang untuk kapasitor dengan bahan-bahan dielektrik film. Umumnya kapasitor kelompok ini adalah non-polar.
• Kapasitor Electrolytic
Kelompok kapasitor electrolytic terdiri dari kapasitor-kapasitor yang bahan dielektriknya adalah lapisan metal-oksida. Umumnya kapasitor yang termasuk kelompok ini adalah kapasitor polar dengan tanda + dan – di badannya. Mengapa kapasitor ini dapat memiliki polaritas, adalah karena proses pembuatannya menggunakan elektrolisa sehingga terbentuk kutub positif anoda dan kutub negatif katoda.
Telah lama diketahui beberapa metal seperti tantalum, aluminium, magnesium, titanium, niobium, zirconium dan seng (zinc) permukaannya dapat dioksidasi sehingga membentuk lapisan metal-oksida (oxide film). Lapisan oksidasi ini terbentuk melalui proses elektrolisa, seperti pada proses penyepuhan emas. Elektroda metal yang dicelup ke dalam larutan elektrolit (sodium borate) lalu diberi tegangan positif (anoda) dan larutan electrolit diberi tegangan negatif (katoda). Oksigen pada larutan electrolyte terlepas dan mengoksidasi permukaan plat metal. Contohnya, jika digunakan Aluminium, maka akan terbentuk lapisan Aluminium-oksida (Al2O3) pada permukaannya.

Dengan demikian berturut-turut plat metal (anoda), lapisan-metal-oksida dan electrolyte (katoda) membentuk kapasitor. Dalam hal ini lapisan-metal-oksida sebagai dielektrik. Dari rumus (2) diketahui besar kapasitansi berbanding terbalik dengan tebal dielektrik. Lapisan metal-oksida ini sangat tipis, sehingga dengan demikian dapat dibuat kapasitor yang kapasitansinya cukup besar.
Karena alasan ekonomis dan praktis, umumnya bahan metal yang banyak digunakan adalah aluminium dan tantalum. Bahan yang paling banyak dan murah adalah aluminium. Untuk mendapatkan permukaan yang luas, bahan plat Aluminium ini biasanya digulung radial. Sehingga dengan cara itu dapat diperoleh kapasitor yang kapasitansinya besar. Sebagai contoh 100uF, 470uF, 4700uF dan lain-lain, yang sering juga disebut kapasitor elco.
Bahan electrolyte pada kapasitor tantalum ada yang cair tetapi ada juga yang padat. Disebut electrolyte padat, tetapi sebenarnya bukan larutan electrolit yang menjadi elektroda negatif-nya, melainkan bahan lain yaitu manganese-dioksida. Dengan demikian kapasitor jenis ini bisa memiliki kapasitansi yang besar namun menjadi lebih ramping dan mungil. Selain itu karena seluruhnya padat, maka waktu kerjanya (lifetime) menjadi lebih tahan lama. Kapasitor tipe ini juga memiliki arus bocor yang sangat kecil Jadi dapat dipahami mengapa kapasitor Tantalum menjadi relatif mahal.
• Kapasitor Electrochemical
Satu jenis kapasitor lain adalah kapasitor electrochemical. Termasuk kapasitor jenis ini adalah battery dan accu. Pada kenyataannya battery dan accu adalah kapasitor yang sangat baik, karena memiliki kapasitansi yang besar dan arus bocor (leakage current) yang sangat kecil. Tipe kapasitor jenis ini juga masih dalam pengembangan untuk mendapatkan kapasitansi yang besar namun kecil dan ringan, misalnya untuk aplikasi mobil elektrik dan telepon selular
Kapasitor adalah komponen elektronika yang dapat menyimpan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan oleh suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang umum dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas dan lain-lain. Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini “tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, phenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan
Rangkaian Penyearah dengan Filter Kapasitor
Keluaran penyearah rata-rata adalah tegangan DC yang memiliki riak (ripple). Untuk mengubah riak ini ke tegangan DC yang tetap, dibutuhkan sebuah penapis (filter) menggunakan Kapasitor seperti pada gambar 6

Gambar 6. Penyerah dengan filter C
Proses pengisian dan pengosongan arus (charging and discharging) pada rangkaian kapasitor, sangat bergantung kepada harga-harga dari Resistor dan Kapasitor. Tegangan pada kapasistor pada saat proses pengisian adalah sebagai berikut:

sedangkan persamaan arus untuk proses pembuangan adalah sebagai berikut:

dimana konstantat waktu peluruhan, biasa dikenal dengan istilah konstanta waktu t ,yaitu : t=RC
Peranan Kapasitor dalam Penggunaan Energi Listrik

Baterai Nuklir: Sumber Arus Searah yang Perlu Dikembangkan
Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya energi atau beban listrik yang dipakai ditentukan oleh reaktansi (R), induktansi (L) dan capasitansi (C). Besarnya pemakaian energi listrik itu disebabkan karena banyak dan beraneka ragam peralatan (beban) listrik yang digunakan. Sedangkan beban listrik yang digunakan umumnya bersifat induktif dan kapasitif. Di mana beban induktif (positif) membutuhkan daya reaktif seperti trafo pada rectifier, motor induksi (AC) dan lampu TL, sedang beban kapasitif (negatif) mengeluarkan daya reaktif. Daya reaktif itu merupakan daya tidak berguna sehingga tidak dapat dirubah menjadi tenaga akan tetapi diperlukan untuk proses transmisi energi listrik pada beban. Jadi yang menyebabkan pemborosan energi listrik adalah banyaknya peralatan yang bersifat induktif. Berarti dalam menggunakan energi listrik ternyata pelanggan tidak hanya dibebani oleh daya aktif (kW) saja tetapi juga daya reaktif (kVAR). Penjumlahan kedua daya itu akan menghasilkan daya nyata yang merupakan daya yang disuplai oleh PLN. Jika nilai daya itu diperbesar yang biasanya dilakukan oleh pelanggan industri maka rugi-rugi daya menjadi besar sedang daya aktif (kW) dan tegangan yang sampai ke konsumen berkurang. Dengan demikian produksi pada industri itu akan menurun hal ini tentunya tidak boleh terjadi untuk itu suplai daya dari PLN harus ditambah berarti penambahan biaya. Karena daya itu P = V.I, maka dengan bertambah besarnya daya berarti terjadi penurunan harga V dan naiknya harga I. Dengan demikian daya aktif, daya reaktif dan daya nyata merupakan suatu kesatuan yang kalau digambarkan seperti segi tiga siku-siku pada Gambar 1.
Dari Gambar 1 tersebut diperoleh bahwa perbandingan daya aktif (kW) dengan daya nyata (kVA) dapat didefinisikan sebagai faktor daya (pf) atau cos r.
cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1) P (kW) = S (kVA) . cos r................(2)
Seperti kita ketahui bahwa harga cos r adalah mulai dari 0 s/d 1. Berarti kondisi terbaik yaitu pada saat harga P (kW) maksimum [ P (kW)=S (kVA) ] atau harga cos r = 1 dan ini disebut juga dengan cos r yang terbaik. Namun dalam kenyataannya harga cos r yang ditentukan oleh PLN sebagai pihak yang mensuplai daya adalah sebesar 0,8. Jadi untuk harga cos r < 0,8 berarti pf dikatakan jelek. Jika pf pelanggan jelek (rendah) maka kapasitas daya aktif (kW) yang dapat digunakan pelanggan akan berkurang. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan semakin menurunnya pf sistem kelistrikan pelanggan. Akibat menurunnya pf itu maka akan muncul beberapa persoalan sbb: a. Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi-rugi. b. Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR. c. Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan. Secara teoritis sistem dengan pf yang rendah tentunya akan menyebabkan arus yang dibutuhkan dari pensuplai menjadi besar. Hal ini akan menyebabkan rugi-rugi daya (daya reaktif) dan jatuh tegangan menjadi besar. Dengan demikian denda harus dibayar sebabpemakaian daya reaktif meningkat menjadi besar. Denda atau biaya kelebihan daya reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercata dalam sebulan lebih tinggi dari 0,62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata-rata kurang dari 0,85. Sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah menggunakan rumus sbb: [ B - 0,62 ( A1 + A2 ) ] Hk Dimana : B = pemakaian k VARH A1 = pemakaian kWH WPB A2 = pemakaian kWH LWBP Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH Untuk memperbesar harga cos r (pf) yang rendah hal yang mudah dilakukan adalah memperkecil sudut r sehingga menjadi r1 berarti r>r1. Sedang untuk memperkecil sudut r itu hal yang mungkin dilakukan adalah memperkecil komponen daya reaktif (kVAR). Berarti komponen daya reaktif yang ada bersifat induktif harus dikurangi dan pengurangan itu bisa dilakukan dengan menambah suatu sumber daya reaktif yaitu berupa kapasitor.
Proses pengurangan itu bisa terjadi karena kedua beban (induktor dan kapasitor) arahnya berlawanan akibatnya daya reaktif menjadi kecil. Bila daya reaktif menjadi kecil sementara daya aktif tetap maka harga pf menjadi besar akibatnya daya nyata (kVA) menjadi kecil sehingga rekening listrik menjadi berkurang. Sedangkan keuntungan lain dengan mengecilnya daya reaktif adalah :
• Mengurangi rugi-rugi daya pada sistem.
• Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat.
Proses Kerja Kapasitor
Kapasitor yang akan digunakan untuk meperbesar pf dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya treaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil.
Rugi-rugi daya sebelum dipasang kapasitor :
Rugi daya aktif = I2 R Watt .............(5)
Rugi daya reaktif = I2 x VAR.........(6)
Rugi-rugi daya sesudah dipasang kapasitor :
Rugi daya aktif = (I2 - Ic2) R Watt ...(7)
Rugi daya reaktif = (I2 - Ic2) x VAR (8)
Pemasangan Kapasitor
Kapasitor yang akan digunakan untuk memperkecil atau memperbaiki pf penempatannya ada dua cara :
1. Terpusat kapasitor ditempatkan pada:
a. Sisi primer dan sekunder transformator
b. Pada bus pusat pengontrol
2. Cara terbatas kapasitor ditempatkan
a. Feeder kecil
b. Pada rangkaian cabang
c. Langsung pada beban
Perawatan Kapasitor
Kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki pf supaya tahan lama tentunya harus dirawat secara teratur. Dalam perawatan itu perhatian harus dilakukan pada tempat yang lembab yang tidak terlindungi dari debu dan kotoran. Sebelum melakukan pemeriksaan pastikan bahwa kapasitor tidak terhubung lagi dengan sumber. Kemudian karena kapasitor ini masih mengandung muatan berarti masih ada arus/tegangan listrik maka kapasitor itu harus dihubung singkatkan supaya muatannya hilang. Adapun jenis pemeriksaan yang harus dilakukan meliputi :
• Pemeriksaan kebocoran
• Pemeriksaan kabel dan penyangga kapasitor
• Pemeriksaan isolator


Download kapasitor.pdf here 

Rabu, 12 September 2012

Bleach Game

free download game Bleach
Bleach Selected Soul PC Game






Tipe Game : Action Adventure
Tipe Disk : Install langsung + Crack
Rating : Keren + Recomended Seller
Spesifikasi minimum :
----------------------------------------------------------------------
OS : Windows XP SP2 atau Windows 7*
CPU : Intel pentium 4 2.0GHz or higher
RAM : 1 Gb
HDD : 4-8Gb free disk space
Graphics : 256MB - 512 MB asal mendukung pixel shader 3.0
DirectX : DirectX 9.0 latest [udah termasuk dalam DVD PC Game]
Controller : Keyboard or konektor stik PS2 or Usb Joystik
* Windows 7 Ultimate

Download HERE

Daftar google adsense

Sekarang ini google adsense mendukung Bahasa Indonesia, untuk itulah ratusan bahkan ribuan blogger berbondong-bondong berusaha mendaftar Google adsense dengan harapan blognya nanti dapat dijadikan usaha untuk mendapatkan income dari internet atau semacam bisnis online.

Seiring dengan berkembangnya kondisi tersebut ternyata sekarang ini Google lebih selektif dalam menerima pendaftaran baru untuk menjadi publisher iklan Google adsense, bahkan banyak rekan yang bertanya pada saya katanya mendaftar dari google adsense dengan blog blogspot sekarang ini katanya tidak bisa. Kesulitan tersebut katanya muncul saat pendaftaran dengan blogspot kita diharuskan mendaftar langsung melalui dashboard blogspot, sementara bagi yang belum terdaftar didalam dashboardnya tidak ditemukan link untuk menuju halaman adsense, untuk itulah banyak yang gagal mendaftar Google Adsense dari blogspot.

Jika kamu memang serius ingin mendaftar Google adsense dengan blog gratisan/blogspot kamu, berikut ini saya punya sedikit panduan praktisnya:


a. Pertama, kamu harus tahu dulu ID blog blogspot kamu.

Untuk mengetahui ID blog anda adalah dengan melihat URL didalam halaman Dashboard blogspot anda.


Caranya: 

- Login ke Account Blogspot kamu (www.blogger.com).
- Lalu klik saja pada "Edit Entri"
Klik Edit Entry
- Dari halaman Edit Entry, lalu lihat ke bagian URL/link, disana nanti ada ID Blog kamu.

ID Blog (Lihat Bergaris Bawah Merah)
 - Setelah itu, catat ID Blog kamu itu, nanti ID Blog tersebut akan kita gunakan untuk mendaftar Google Adsense.

b. Langkah kedua, lanjutkan dengan memulai pendaftaran Google Adsense

Caranya:

- Buka link berikut http://www.blogger.com/monetize.g?blogID=5120293588971045998

Pada kode 5120293588971045998 : ganti dengan ID blog anda sendiri (yang sudah anda dapatkan seperti pada langkah pertama diatas tadi).

- Setelah kamu buka link tersebut, nanti akan terbuka Halaman Pendaftaran Google Adsense.
Halaman Pendaftaran Google Adsense
- Ikuti saja alur pendaftaran disana, anda tinggal klik dan isikan data-data blog dan data diri anda hingga selesai. Nanti ada dua pilihan, pilih saja buat akun adsense baru.

- Kemudian atur tata letak bagaimana iklan adsense muncul diblogmu.
- Terkadang anda juga harus memverifikasi akun dengan memasukkan kode yang dikirim melalui SMS, untuk itu masukkan juga nomer HP kamu yang aktif/valid.

Setelah semua proses pendaftaran selesai, nanti akan dapat konfirmasi kurang lebih begini:

AdSense diaktifkan untuk blog Anda!
Iklan Anda saat ini sedang ditampilkan dengan ID penayang ca-pub-*************Tunggu 48 jam untuk pengkajian akun baru sebelum iklan ditampilkan di blog Anda. Untuk sementara, blog Anda akan menampilkan iklan layanan publik di tempat iklan.... dan seterusnya.....



Kalau sudah sampai pada tahap mendapat konfirmasi seperti itu, berarti akun Google Anda sudah siap, sekarang kamu tinggal menunggu masa Review sampai iklan bisa ditampilkan di blog kamu.

Proses menunggu review dari pihak Google Adsense terkadang cepat, namun terkadang bisa sampai beberapa minggu. Setelah proses review selesai kamu akan mendapat kabar lewat email, klik link yang diberikan didalam email untuk verifikasi akun kamu.

Selanjutnya kamu bisa Log In ke Dashboard akun Google Adsense, mulailah dengan melengkapi data diri, data pembayaran, dan sebagainya. Kamudian baru ambillah script iklan dan pasangkan di blog kamu.

Semoga panduan mendaftar Google Adsense dengan Blog Gratis (blogspot) ini dapat membantu kita semua untuk belajar mendapatkan penghasilan dari blog dan internet.

ingin dapat uang dari per-klik??
klik link ini 

Hamster

History

Although the Syrian hamster or golden hamster (Mesocricetus auratus) was first described scientifically in 1839, researchers were not able to successfully breed and domesticate hamsters until 1939. The entire laboratory and pet populations of Syrian hamsters appear to be descendants of a single brother-sister pairing. These littermates were captured and imported in 1930 from Aleppo [Syria] by Israel Aharoni, a zoologist of the University of Jerusalem. In Jerusalem, the hamsters bred very successfully. Years later, animals of this original breeding colony were exported to the USA, where Syrian hamsters became one of the most popular pets and laboratory animals. Comparative studies of domestic and wild Syrian hamsters have shown reduced genetic variability in the domestic strain. However, the differences in behavioral, chronobiological, morphometrical, hematological and biochemical parameters are relatively small and fall into the expected range of interstrain variations in other laboratory animals.

Early literature

In 1774, Friedrich Gabriel Sulzer, a companion of Johann-Wolfgang von Goethe, devoted a whole academic monography in the domain of social sciences and natural history to hamsters, entitled "An approach to a natural history of the hamster" ("Versuch einer Naturgeschichte des Hamsters"). In several instances, he used the hamster to document the equal rights of all beings, including Homo sapiens.

Etymology

The name "hamster" is a loanword from the German, which itself derives from earlier Old High German hamustro. It is possibly related to Old Russian choměstrǔ, which is either a blend of the root of Russian khomiak "hamster" and a Baltic word (cf. Lithuanian staras "hamster") or of Persian origin (cf. Av hamaēstar "oppressor").

Description


Roborovski hamster
Hamsters are typically stout-bodied, with tails shorter than body length, and have small, furry ears, short, stocky legs, and wide feet. They have thick, silky fur, which can be long or short, colored black, grey, honey, white, brown, yellow, red, or a mix, depending on the species. Two species of hamster belonging to the genus Phodopus, Campbell's dwarf hamster (Phodopus campbelli) and the Djungarian hamster (Phodopus sungorus), and two of the genus Cricetulus, the Chinese striped hamster (Cricetulus barabensis) and the Chinese hamster (Cricetulus griseus) have a dark stripe down their heads to their tails. The species of genus Phodopus are the smallest, with bodies 5.5 to 10.5 cm (2.2 to 4.1 in) long; the largest is the European hamster (Cricetus cricetus), measuring up to 34 cm (13.4 in) long, not including a short tail of up to 6 cm (2.4 in). The Angora hamster, also known as the long-haired or teddy bear hamster, which is a type of the golden hamster is the second-largest hamster breed, measuring up to 18 cm (7.1 in) long.

Yawning white Syrian hamster showing large incisors
The hamster tail can be difficult to see, as it is usually not very long (about 1/6 the length of the body), with the exception of the Chinese dwarf hamster, which has a tail the same length as the body. One rodent characteristic that can be highly visible in hamsters is their sharp incisors; they have an upper pair and lower pair which grow continuously throughout life, so must be regularly worn down. Hamsters are very flexible, but their bones are somewhat fragile. They are extremely susceptible to rapid temperature changes and drafts, as well as extreme heat or cold.

Senses

Hamsters have poor eyesight; they are nearsighted and colorblind.[citation needed] To compensate for their poor sight when in unfamiliar territory, hamsters have scent glands on their flanks (and abdomens in Chinese and dwarf hamsters). A hamster rubs these areas of its body against various objects, and leaves a trail of smells to follow to return to its home den.[citation needed] Hamsters also use their sense of smell to identify pheromones and gender, and locate food. They are also particularly sensitive to high-pitched noises and can hear and communicate in the ultrasonic range.

Diet

Hamsters are omnivores. Although they can survive on a diet of exclusively commercial hamster food, other items, such as vegetables, fruits, seeds, and nuts, can be given, but these should be removed before they become rotten. Hamsters in the Middle East have been known to hunt in packs to find insects for food. Hamsters are hindgut fermenters and must eat their own feces (coprophagy) to recover nutrients digested in the hindgut, but not absorbed.

Behavior

A behavioral characteristic of hamsters is food hoarding. They carry food in their spacious cheek pouches to their underground storage chambers. When full, the cheeks can make their heads double, or even triple in size.

Social behavior


Hamsters fighting
Most hamsters are strictly solitary. If housed together, acute and chronic stress may occurr, and they may fight fiercely, sometimes fatally. Some dwarf hamster species may tolerate conspecifics. Russian hamsters form close, monogamous bonds with their mates, and if separated, they may become very depressed. This happens especially in males. Males will become inactive, eat more, and even show some behavioral changes similar to some types of depression in humans.[citation needed] This can even cause obesity in the hamster.

Chronobiology

Evidence conflicts as to whether hamsters are crepuscular or nocturnal. Khunen writes, "Hamsters are nocturnal rodents who [sic] are active during the night...", but others have written that because hamsters live underground during most of the day, only leaving their burrows about an hour before sundown and then returning when it gets dark, their behavior is primarily crepuscular.[citation needed] Fritzsche indicated although some species have been observed to show more nocturnal activity than others, they are all primarily crepuscular.
Wild Syrian hamsters are true hibernators and allow their body temperature to fall close to ambient temperature (but not below 20°C). This kind of thermoregulation diminishes the metabolic rate to about 5% and helps the animal to considerably reduce the need for food during the winter. Hamsters may not hibernate per se, but instead reduce the rate of a number of physiological systems, such as breathing and heart rate, for short periods of time. These periods of torpor (defined as "a state of mental or physical inactivity or insensibility") can last up 10 days.[citation needed]

Burrowing behavior

All hamsters are excellent diggers, constructing burrows with one or more entrances, with galleries connected to chambers for nesting, food storage, and other activities. They use their fore- and hindlegs, as well as their snouts and teeth, for digging. In the wild, the burrow buffers extreme ambient temperatures, offers relatively stable climatic conditions, and protects against predators. Syrian hamsters dig their burrows generally at a depth of 0.7 m. A burrow includes a steep entrance pipe (4–5 cm in diameter), a nesting and a hoarding chamber and a blind-ending branch for urination. Laboratory hamsters have not lost their ability to dig burrows; in fact, they will do this with great vigor and skill if they are provided with the appropriate substrate.
Wild hamsters will also appropriate tunnels made by other mammals; the Djungarian hamster, for instance, uses paths and burrows of the pika.[citation needed]

Reproduction


A mother Syrian hamster with pups under one week old

Fertility

Hamsters become fertile at different ages depending on their species. Both Syrian and Russian hamsters mature quickly and can begin reproducing at a young age (4–5 wk), whereas Chinese hamsters will usually begin reproducing at two to three months of age, and Roborovskis at three to four months of age. The female’s reproductive life lasts about 18 months, but male hamsters remain fertile much longer. Females are in estrus about every four days, which is indicated by a reddening of genital areas, a musky smell, and a hissing, squeaking vocalisation she will emit if she believes a male is nearby.
When seen from above, a sexually mature female hamster has a trim tail line; a male's tail line bulges on both sides. This might not be very visible in all species. Male hamsters typically have very large testes in relation to their body size. Before sexual maturity occurs, it is more difficult to determine a young hamster's sex. When examined, female hamsters have their anal and genital openings close together, whereas males have these two holes farther apart (the penis is usually withdrawn into the coat and thus appears as a hole or pink pimple).

Gestation and fecundity

Hamsters are seasonal breeders and will produce several litters a year with several pups in each litter. The breeding season is from April to October in the Northern Hemisphere, with two to five litters of one to 13 young being born after a gestation period of 16 to 23 days. Gestation lasts 16 to 18 days for Syrian hamsters, 18 to 21 days for Russian hamsters, 21 to 23 days for Chinese hamsters and 23 to 30 for Roborovski hamsters. The average litter size for Syrian hamsters is about seven pups, but can be as great as 24, which is the maximum number of pups that can be contained in the uterus. Campbell's dwarf hamsters tend to have four to eight pups in a litter, but can have up to 13. Djungarian hamsters tend to have slightly smaller litters, as do Chinese and Roborovski hamsters.

Intersexual aggression and cannibalism

Female Chinese and Syrian hamsters are known for being aggressive toward the male if kept together for too long after mating. In some cases, male hamsters can die after being attacked by the female. If breeding hamsters, separation of the pair after mating is recommended, or they will attack each other.
Female hamsters are also particularly sensitive to disturbances while giving birth, and may even eat their own young if they think they are in danger, although sometimes they are just carrying the pups in their cheek pouches. If captive female hamsters are left for extended periods (three weeks or more) with their litter, they may cannibalize the litter, so the litter must be removed by the time the young can feed and drink independently.

Weaning

Dwarf hamsters eating cooked, frozen beans - 03.ogv
An adult female and several juvenile dwarf hamsters (Phodopus sungorus) feeding
Hamsters are born hairless and blind in a nest the mother will have prepared in advance. After one week, they begin to explore outside the nest. They are completely weaned after three weeks, or four for Roborovski hamsters. Most breeders will sell the hamsters to shops when they are three to nine weeks old.

Longevity

Syrian hamsters typically live no more than two to three years in captivity, and less in the wild. Russian hamsters (Campbell's and Djungarian) live about two to four years in captivity, and Chinese hamsters 2.5-3.0 yr. The smaller Roborovski hamster often lives to three years in captivity.

Hamsters as pets


A sable short-haired golden hamster
The best-known species of hamster is the golden or Syrian hamster (Mesocricetus auratus), which is the type most commonly kept as pets. It is also sometimes called a "fancy" hamster. Pet stores also have taken to calling them "honey bears", "panda bears", "black bears", "European black bears", "polar bears", "teddy bears", and "Dalmatian", depending on their coloration. Several variations, including long-haired varieties, grow hair several centimeters long and often require special care. British zoologist Leonard Goodwin claimed most hamsters kept in the United Kingdom were descended from the colony he introduced for medical research purposes during the Second World War.

A Russian dwarf hamster
Other hamsters kept as pets are the various species of "dwarf hamster". Campbell's dwarf hamster (Phodopus campbelli) is the most common — they are also sometimes called "Russian dwarfs"; however, many hamsters are from Russia, so this ambiguous name does not distinguish them from other species appropriately. The coat of the Djungarian or winter-white Russian dwarf hamster (Phodopus sungorus) turns almost white during winter (when the hours of daylight decrease). The Roborovski hamster (Phodopus roborovskii) is extremely small and fast, making it difficult to keep as a pet. The Chinese hamster (Cricetulus griseus), although not technically a true "dwarf hamster", is the only hamster with a prehensile tail (about 4 cm long)[citation needed] —most hamsters have very short, nonprehensile tails.
Many breeders also show their hamsters, so breed towards producing a good, healthy, show hamster with a view to keeping one or two themselves, so quality and temperament are of vital importance when planning the breeding.

Classification

Taxonomists generally disagree about the most appropriate placement of the subfamily Cricetinae within the superfamily Muroidea. Some place it in a family Cricetidae that also includes voles, lemmings, and New World rats and mice; others group all these into a large family called Muridae. Their evolutionary history is recorded by 15 extinct fossil genera and extends back 11.2 million to 16.4 million years to the Middle Miocene Epoch in Europe and North Africa; in Asia it extends 6 million to 11 million years. Four of the seven living genera include extinct species. One extinct hamster of Cricetus, for example, lived in North Africa during the Middle Miocene, but the only extant member of that genus is the European or common hamster of Eurasia.
  • Subfamily Cricetinae
    • Genus Allocricetulus
      • Species A. curtatus—Mongolian hamster
      • Species A. eversmanni—Eversmann's or Kazakh hamster
    • Genus Cansumys
      • Species C. canus—Gansu hamster
    • Genus Cricetulus
      • Species C. alticola—Tibetan dwarf or Ladak hamster
      • Species C. barabensis, including "C. pseudogriseus" and "C. obscurus"—Chinese striped hamster, also called Chinese hamster; striped dwarf hamster
      • Species C. griseus—Chinese (dwarf) hamster, also called rat hamster
      • Species C. kamensis—Kam dwarf hamster or Tibetan hamster
      • Species C. longicaudatus—long-tailed dwarf hamster
      • Species C. migratorius—gray dwarf hamster, Armenian hamster, migratory grey hamster; grey hamster; migratory hamster
      • Species C. sokolovi—Sokolov's dwarf hamster
    • Genus Cricetus
      • Species C. cricetus—European hamster, also called common hamster or black-bellied field hamster
    • Genus Mesocricetus—golden hamsters
      • Species M. auratus—golden or Syrian hamster
      • Species M. brandti—Turkish hamster, also called Brandt's hamster; Azerbaijani hamster
      • Species M. newtoni—Romanian hamster
      • Species M. raddei—Ciscaucasian hamster
    • Genus Phodopus—dwarf hamsters
      • Species P. campbelli—Campbell's dwarf hamster
      • Species P. roborovskii—Roborovski hamster
      • Species P. sungorus—Djungarian hamster or winter-white Russian dwarf hamster
    • Genus Tscherskia
      • Species T. triton—greater long-tailed hamster, also called Korean hamster

Relationships among hamster species

Neumann et al. (2006) conducted a molecular phylogenetic analysis of 12 of the above 17 species using DNA sequence from three genes: 12S rRNA, cytochrome b, and von Willebrand factor. They uncovered the following relationships:
Phodopus group
The genus Phodopus was found to represent the earliest split among hamsters. Their analysis included both species. The results of another study suggest Cricetulus kamensis (and presumably the related C. alticola) might belong to either this Phodopus group or hold a similar basal position.
Mesocricetus group
The genus Mesocricetus also forms a clade. Their analysis included all four species, with M. auratus and M. raddei forming one subclade and M. brandti and M. newtoni another.
Remaining genera
The remaining genera of hamsters formed a third major clade. Two of the three sampled species within Cricetulus represent the earliest split. This clade contains C. barabensis (and presumably the related C. sokolovi) and C. longicaudatus.
Miscellaneous
The remaining clade contains members of Allocricetulus, Tscherskia, Cricetus, and C. migratorius. Allocricetulus and Cricetus were sister taxa. Cricetulus migratorius was their next closest relative, and Tscherskia was basal.

About Me

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo